Juli 24, 2015

Tentang nastar, sang kue wajib saat Lebaran

Sering makan kue nastar? Ini dia asal muasal namanya

Di hari lebaran seperti ini pasti banyak banget kue-kue khas lebaran yang ada di rumah kamu, terutama bagi kamu yang merayakan hari raya Idul Fitri. Nah, tapi kamu pasti punya satu atau dua kue lebaran favorit, kan? Mungkin salah satunya adalah kue nastar. Kue yang banyak menjadi idola masyarakat Indonesia ini memiliki rasa yang sangat khas. Seiring dengan berkembangnya zaman, kue nastar pun semakin banyak variasi rasanya. Mulai dari rasa duren, keju dan masih banyak lagi rasa-rasa lainnya.

Tapi tahukah kamu dari mana asal nama nastar? 
Seperti yang udah diketahui bahwa nastar adalah sejenis kue kering yang terbuat dari adonan tepung terigu, mentega dan telur. Kemudian di bagian dalamnya ditambahkan selai nanas atau rasa-rasa lain sesuai selera. Bentuknya bulat-bulat dan memiliki diameter sekitar 2 cm. Pada bagian atasnya biasanya terdapat hiasan berupa kismis, coklat atau yang paling umum adalah cengkeh.



Nama ‘nastar’ sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Belanda, yaitu ‘nastaart’ yang jika diartikan dalam bahasa Inggris adalah pineapple cake. Sedangkan di daerah Bandung, mungkin nastar merupakan singkatan dari ‘ganas jeung tarigu’ yang artinya nanas dan terigu. Unik sekali, bukan? Kue yang juga disebut dengan pineapple tarts ini memang banyak ditemukan saat Lebaran, Natal atau saat Imlek. Pasalnya nanas ternyata merupakan simbol kemakmuran.

Bahkan kue ini udah sejak lama jadi makanan khas yang wajib ada saat Imlek atau Tahun Baru Cina. Seperti yang aku bilang kalau nanas merupakan simbol kemakmuran. Warna emas atau kuning pada kue nastar juga memiliki arti rezeki yang manis dan melimpah. Apalagi kalau di dalamnya banyak isi nanasnya. Wah, itu artinya rezki yang sangat berlimpah. Unik kan cerita di balik nama nastar? Namun saat ini rasa kue khas lebaran tersebut bukan hanya nanas aja. Banyak selai rasa buah lain yang dijadikan sebagai isi kue berbentuk bulat kuning tersebut.

Dulu resep nastar ini diturunkan lintas generasi dan membuat setiap keluarga selalu membuat kue itu saat momen-momen spesial seperti Lebaran, Natal ataupun Imlek. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya zaman, tradisi itu mulai memudar. Ga banyak keluarga yang masih membuat sendiri kue nastar, karena membeli di toko dinilai lebih praktis meskipun harganya mahal. Akan tetapi yang perlu kamu ketahui, ga bisa dipungkiri kalau nastar buatan rumah sendiri itu rasanya pasti lebih nikmat dan mantap. Setuju? Setuju pasti ya :D
So, sekian artikel tentang nastar kali ini dan semoga bisa menambah wawasan kita smua ya ^^.


0 comments:

Posting Komentar