April 26, 2013

Review Novel Anak "Sepeda Ontel Kinanti"


Review Novel Anak "Sepeda Ontel Kinanti"

Sepeda OnteL Kinanti

Judul buku                   : Sepeda Ontel Kinanti
Penulis
                         : Iwok Abqary
Penyunting Naskah       : Doel Wahab dan Huda Wahid
Penyunting Ilustrasi       : Iwan Y
Cetakan
                       : I,  2009
Penerbit
                       : Dar!Mizan
Tebal
                           : 144  hal

Cerita tentang seorang Kinanti.. Dengan sepeda ontelnya yang dia sayangi bertekat untuk mengejar cita-citanya. Sepeda ontel pemberian ayahnya..yang dengan susah payah mengumpulkan uang dari hasil melautnya. Hidup diatas keterbatasan tidak manyurutkan semangatnya untuk belajar. Untuk mencapai sekolah, Kinanti harus berjuang melewati jalan-jalan bebatuan yg penuh debu saat panah dan becek saat hujan. Menempuh perjalanan jauh beberapa kilo demi duduk dibangku kelas untuk belajar. Kinanti harus berperan sebagai kakak sekaligus ibu untuk adik-adiknya. Ibu Kinanti sudah meninggal dan Kinanti menggantikan tugas ibunya. Konflik terjadi ketika adik Kinanti, yaitu Kirana sakit membayangkan apa yang tertulis benar-benar bikin terharu. Kinanti seorang kakak yang tangguh dan kuat.. 

Kinanti lalu menyeret sepedanya,lalu mendudukan Kirana diboncengan sepedanya,sementara Bayu naik di sadel depan. Kinanti mendorong sepedanya hati-hati sambil memeluk kedua adiknya

Kinanti berusaha membawa Kirana yang sakit ketempat Pak Mantri, saat ayah nya sedang pergi melaut dikarenakan suhu badan Kirana tinggi sekali dan takut terkena demam berdarah.
Untuk membayar biaya Kirana di balai pengobatan ayah Kinanti tidak punya biaya, dan akhirnya sepeda ontel kesayangan Kinanti dan juga satu-satunya harta yang mereka miliki harus dijual. Penggambaran sosok Kinanti yang sangat bijaksana benar-benar bikin terinspirasi. Sepeda ontel itu akhir nya dijual untuk biaya pengobatan Kirana.

Kinanti belajar dengan rajin disekolah, tanpa pernah mengeluh dengan jarak dan perjuangan yang harus dia tempuh kesekolah hanya demi keluarganya. Kinanti ingin memperbaiki kehidupan keluarganya, agar adik-adiknya bisa mendapat pendidikan dan kehidupan yang lebih baik. Jadi andai sepeda itu dijual,itu juga untuk Kirana jadi Kinanti merelakan sepeda ontelnya dijual.
Tanpa sepeda pun Kinanti tetap rajin kesekolah dan rajin belajar.
Kehidupan tidak selamanya berputar dengan kesedihan,karna dalam cerita Kinanti memenangkan sebuah lomba menulis dan memenangkan hadia berupa piala dan sejumlah uang. Dengan uang tersebut Kinanti bisa membeli sepeda lagi,untuk mengantarnya mengejar cita-citanya.

Cerita dalam novel ini juga menggambarkan tentang kehidupan pantai, tentang pelestarian penyu hijau atau nama latinya CheloniaMydas yang mulai langka. Mengajarkan kepada kita untuk tetap menjaga keseimbangan alam. Menyadarkan generasi muda untuk menjaga kekayaan alam di daerah sekitar.

“Kenapa kamu inginmenulistentang penyu-penyu itu Kinan?”
“Karenaitulah kekayaan alam daerah kita yang harus dijaga” jawab Kinanti

Cerita Kinanti mengingatkan kita dengan kisah Tasripin yang baru-baru ini hangat jadi perbincangan media. Dan perlu digaris bawahi bahwa banyak sekali anak-anak didaerah pedalaman sana yang memiliki semangat luar biasa seperti Kinanti untuk sekolah dan menuntut ilmu. Novel anak ini harus dibaca oleh anak-anak penerus bangsa agar mereka menyadari betapa beruntung nya mereka yang bisa dengan mudah menikmati fasilitas yang memadai dalam hal apapun. Tanpa perlu bangun lebih awal agar tidak terlambat sekolah karena perjalanan jauh yang harus ditempuh. Tanpa harus bergelut dengan lumpur selama perjalanan, dan fasilitas sekolah yang seadanya.

Anak-anak dikota besar yang biasa diantar  jemput, yang malas bangun pagi dan bahkan masih manja dengan orangtuanya.. perlu mambaca novel ini. Perjuangan dan semangat Kinanti ini menginspirasi. Ilustrasi dalam novel anak ini dikemas sederhana tetapi tetap menarik. Pesan yang ingin disampaikan penulis adalah tentang semangat,perjuangan dan cita-cita luhur seorang Kinanti.
 

0 comments:

Posting Komentar